Perkembangan dunia digital membawa dampak besar pada cara konsumen memilih dan mengenal parfum. Jika dulu keputusan membeli parfum banyak dipengaruhi rekomendasi toko atau pengalaman langsung, kini prosesnya bergeser ke layar ponsel. Perubahan ini membentuk pola baru dalam selera dan perilaku konsumen parfum, terutama di pasar Indonesia.
Di era digital, konsumen parfum tidak lagi hanya membeli aroma, tetapi juga cerita dan identitas di balik produk. Media sosial, marketplace, dan konten digital membuat parfum menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih luas, bukan sekadar kebutuhan personal.
1. Konsumen Lebih Teredukasi dan Kritis
Akses informasi yang mudah membuat konsumen semakin paham tentang komposisi aroma, karakter wangi, hingga proses pembuatan parfum. Review online, video singkat, dan konten edukatif mendorong konsumen untuk membandingkan produk sebelum membeli. Hal ini memengaruhi perubahan selera konsumen parfum yang kini lebih selektif dan tidak hanya terpaku pada merek besar.
2. Preferensi pada Aroma yang Personal
Di era digital, konsumen cenderung mencari parfum yang terasa personal dan merepresentasikan diri mereka. Aroma yang terlalu umum mulai ditinggalkan, digantikan dengan wangi yang unik, soft, atau memiliki karakter tertentu. Selera ini membuka peluang bagi brand parfum untuk menghadirkan konsep yang lebih spesifik dan relevan dengan gaya hidup target pasarnya.
3. Pengaruh Visual dan Storytelling Brand
Tampilan kemasan, desain visual, serta cerita brand menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen. Di media digital, visual sering kali menjadi kesan pertama sebelum aroma dikenal. Brand yang mampu mengemas cerita secara konsisten akan lebih mudah membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen.
4. Digital Platform Mengubah Cara Konsumen Membeli
Marketplace dan media sosial mempermudah konsumen untuk mencoba brand baru tanpa harus datang ke toko fisik. Perubahan ini membuat konsumen lebih terbuka terhadap produk lokal dan brand baru. Dalam konteks ini, perubahan selera konsumen parfum juga dipengaruhi oleh kemudahan akses dan pengalaman belanja yang praktis.
5. Dampak bagi Brand dan Pelaku Bisnis Parfum
Perubahan selera konsumen menuntut brand parfum untuk lebih adaptif. Mulai dari konsep aroma, penamaan produk, hingga strategi komunikasi digital perlu disesuaikan dengan perilaku konsumen modern. Brand yang mampu membaca tren dan membangun kedekatan emosional akan lebih mudah bertahan di tengah persaingan.
Kesimpulan
Era digital telah mengubah cara konsumen mengenal dan memilih parfum. Selera yang semakin personal, kritis, dan visual-driven menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri. Memahami perubahan selera konsumen parfum adalah langkah penting untuk membangun brand yang relevan dan berkelanjutan di masa depan.
Ditulis oleh : TIM MAKLON PARFUME by PT. NIRMALA KALYANI JAYA
