Kalau kamu punya brand parfum atau lagi merencanakan satu, ada satu pertanyaan yang nggak bisa diabaikan: siapa yang akan beli produkmu?

Gen Z dan Milenial sama-sama adalah konsumen parfum yang aktif. Namun cara mereka memilih, mempertimbangkan, dan akhirnya membeli parfum ternyata berbeda cukup signifikan. Memahami perbedaan ini bisa jadi keunggulan besar dalam membangun brand yang tepat sasaran.


1. Milenial: Wangi sebagai Identitas Jangka Panjang

Generasi Milenial — mereka yang lahir antara 1981 hingga 1996 — tumbuh di era di mana parfum adalah simbol status dan ekspresi kepribadian yang serius.

Menurut laporan Euromonitor International 2023, Milenial cenderung lebih loyal terhadap satu atau dua wangi signature yang mereka pakai dalam jangka panjang. Mereka meluangkan waktu lebih untuk mencoba, membandingkan, dan memutuskan — dan begitu menemukan wangi yang cocok, repeat order-nya sangat tinggi.

Selain itu, Milenial lebih terpengaruh oleh reputasi brand, kualitas bahan, dan nilai storytelling di balik produk. Mereka mau membayar lebih untuk parfum yang punya narasi yang kuat dan terasa premium — bahkan dari brand lokal sekalipun.


2. Gen Z: Wangi sebagai Ekspresi yang Berubah-ubah

Gen Z — lahir antara 1997 hingga 2012 — punya pendekatan yang jauh berbeda.

Riset dari Mintel Global Fragrance Trends 2023 menemukan bahwa Gen Z cenderung memiliki lebih dari satu parfum yang dipakai bergantian sesuai suasana hati, outfit, atau aktivitas hari itu. Mereka tidak mencari satu wangi signature — mereka mencari koleksi yang bisa merepresentasikan berbagai sisi diri mereka.

Oleh karena itu, Gen Z lebih tertarik pada parfum dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap punya estetika yang kuat. Mereka juga sangat dipengaruhi oleh konten media sosial — terutama review di TikTok dan Instagram — sebelum memutuskan beli. Bahkan banyak yang rela membeli parfum tanpa pernah menciumnya langsung, hanya berdasarkan deskripsi dan rekomendasi dari kreator konten yang mereka percaya.


3. Perbedaan yang Paling Mencolok

Ada tiga perbedaan utama yang paling terasa antara keduanya.

Pertama, soal loyalitas. Milenial setia pada satu wangi, Gen Z suka eksplorasi. Ini berdampak langsung pada strategi produk — brand yang menyasar Milenial bisa fokus pada satu hero product yang kuat, sementara brand untuk Gen Z lebih cocok menawarkan variasi atau lini koleksi.

Selain itu, soal harga dan nilai. Milenial lebih bersedia invest di satu parfum mahal yang tahan lama. Gen Z lebih suka beli beberapa parfum di harga yang lebih terjangkau. Namun keduanya sama-sama sensitif terhadap keaslian dan transparansi brand.

Terakhir, soal cara menemukan produk. Milenial masih cukup terpengaruh oleh rekomendasi langsung, ulasan di blog, atau pengalaman mencoba di toko. Gen Z hampir sepenuhnya bergerak lewat konten digital — video pendek, review, dan aesthetic feed yang konsisten.


4. Implikasinya untuk Brand Parfum Baru

Memahami dua segmen ini penting sebelum kamu menentukan positioning brand parfummu.

Kalau target utamamu adalah Gen Z, strategi konten visual yang kuat dan harga yang kompetitif harus jadi prioritas sejak awal. Namun kalau kamu menyasar Milenial, investasi pada kualitas formula, packaging premium, dan narasi brand yang dalam akan jauh lebih efektif.

Tidak sedikit brand yang akhirnya memilih untuk menyasar keduanya dengan pendekatan yang berbeda di setiap lini produk. Namun untuk brand baru, fokus ke satu segmen dulu biasanya menghasilkan hasil yang lebih terukur.


Menentukan target konsumen adalah salah satu keputusan paling awal — dan paling penting — dalam membangun brand parfum. Dan itu bisa didiskusikan bahkan sebelum kamu memutuskan apapun soal formula atau kemasan.

Di Maklonparfume.com, konsultasi awal bisa dimulai dari hal sesederhana “aku mau bikin parfum untuk siapa.” Tim konsultan kami siap bantu kamu dari tahap paling dasar — termasuk pengurusan legalitas BPOM yang kami tangani penuh dari awal sampai selesai. Klien benar-benar terima beres.

Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita tentukan bareng siapa konsumen yang paling tepat untuk brand parfummu.