Pandemi mengubah banyak hal — termasuk cara orang berhubungan dengan parfum. Beberapa perubahan yang terjadi di masa itu ternyata bukan sekadar adaptasi sementara. Sampai sekarang, efeknya masih terasa dan bahkan membentuk ulang lanskap industri parfum secara permanen.

Buat kamu yang sedang merencanakan brand parfum, memahami perubahan ini bukan sekadar pengetahuan — ini adalah peta untuk membuat keputusan produk yang lebih tepat.


1. Dari Wangi untuk Orang Lain ke Wangi untuk Diri Sendiri

Ini adalah pergeseran yang paling fundamental.

Sebelum pandemi, parfum sangat erat kaitannya dengan kesan sosial — dipakai sebelum keluar rumah, sebelum meeting, sebelum ketemu orang. Namun ketika semua orang tiba-tiba terkunci di rumah tanpa ada yang perlu “dikesani”, hubungan dengan parfum berubah.

Menurut laporan Mintel Global Fragrance Trends 2022, konsumsi parfum untuk keperluan pribadi dan ritual self-care meningkat signifikan selama dan setelah pandemi. Orang mulai memakai parfum bukan untuk keluar rumah — tapi untuk membuat suasana rumah lebih nyaman, lebih tenang, atau sekadar membuat hari terasa lebih bermakna.

Pergeseran ini masih berlanjut hingga sekarang. Konsumen yang dulunya hanya punya satu parfum untuk “acara keluar” kini mulai membangun koleksi — satu untuk pagi, satu untuk malam, satu untuk hari santai di rumah.


2. Aroma yang Menenangkan Jadi Prioritas

Pandemi membawa kecemasan yang luar biasa bagi banyak orang. Dan secara tidak disadari, pilihan parfum pun bergeser ke aroma yang memberikan rasa aman dan tenang.

Note seperti lavender, chamomile, vanila, sandalwood lembut, dan musk hangat mengalami kenaikan popularitas yang sangat terasa. Selain itu, kategori “comfort scent” — aroma yang membangkitkan kenangan hangat dan perasaan nyaman — menjadi salah satu segmen yang paling cepat tumbuh pasca pandemi.

Riset dari Frontiers in Psychology 2021 mengonfirmasi bahwa aroma memiliki pengaruh langsung terhadap regulasi emosi dan tingkat kecemasan. Oleh karena itu, bukan kebetulan kalau konsumen secara instingtif beralih ke wangi-wangi yang “aman” di tengah ketidakpastian.


3. Belanja Parfum Pindah ke Online dan Tidak Balik Lagi

Sebelum pandemi, parfum adalah kategori produk yang sangat bergantung pada pengalaman mencoba langsung — di counter department store atau tester di toko. Pandemi memaksa semua itu berhenti.

Namun yang mengejutkan, konsumen ternyata bisa beradaptasi. Mereka mulai mengandalkan deskripsi aroma, review video, dan rekomendasi dari konten kreator untuk mengambil keputusan beli.

Data dari Google Temasek Bain e-Conomy SEA 2023 menunjukkan bahwa penetrasi belanja produk kecantikan secara online di Asia Tenggara — termasuk Indonesia — meningkat tajam selama pandemi dan tidak mengalami penurunan signifikan setelahnya. Konsumen yang sudah terbiasa belanja parfum online ternyata nyaman dengan cara itu dan terus melakukannya.

Selain itu, fenomena ini melahirkan tren baru: konsumen yang aktif mencari “dupe” atau alternatif parfum mahal di marketplace, lalu membandingkan lewat review online. Ini membuka peluang besar bagi brand parfum lokal yang bisa mengisi celah tersebut dengan kualitas yang baik di harga yang lebih terjangkau.


4. Transparansi Bahan Jadi Makin Penting

Pandemi juga membuat konsumen jauh lebih sadar soal apa yang mereka pakai di tubuh mereka.

Pertanyaan soal kandungan bahan, keamanan formula, dan asal-usul produk mulai lebih sering muncul — termasuk di kategori parfum yang sebelumnya jarang dipertanyakan seperti itu. Konsumen mulai membaca label, mencari tahu bahan apa yang ada di dalam produk, dan lebih selektif terhadap brand yang tidak transparan.

Oleh karena itu, brand parfum yang punya narasi bahan yang jelas dan legalitas yang beres punya keunggulan kompetitif yang nyata di pasar sekarang.


Perubahan-perubahan ini bukan tren sesaat. Semuanya sudah mengakar dalam kebiasaan konsumen dan akan terus membentuk industri parfum ke depannya.

Kalau kamu mau membangun brand parfum yang relevan dengan kondisi pasar saat ini, semua insight ini perlu diterjemahkan ke dalam konsep produk yang konkret — mulai dari pilihan aroma, positioning harga, strategi pemasaran digital, hingga legalitas yang beres.

Di Maklonparfume.com, kami membantu kamu membangun brand parfum yang relevan dari awal — termasuk pengurusan legalitas BPOM yang kami tangani penuh sampai selesai. Klien benar-benar terima beres.

Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita diskusi bareng konsep yang paling relevan untuk brand parfummu sekarang.