Kamu mungkin pernah lihat label “BPOM” di produk kosmetik atau skincare. Namun banyak yang belum tahu bahwa parfum pun wajib memiliki izin edar dari BPOM sebelum bisa dijual secara resmi di Indonesia.
Bukan sekadar formalitas. Ada alasan serius di balik kewajiban ini — baik dari sisi keamanan konsumen maupun keberlangsungan bisnis brand kamu.
1. Apa Itu BPOM dan Kenapa Parfum Termasuk di Dalamnya
BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi keamanan produk yang beredar di Indonesia. Parfum masuk dalam kategori kosmetik berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2020 tentang tata cara pengajuan notifikasi kosmetik.
Artinya, setiap produk parfum yang dijual di Indonesia — baik secara online maupun offline — wajib memiliki nomor notifikasi BPOM yang valid. Tanpa itu, produk dianggap ilegal dan bisa disita kapan saja.
Selain itu, regulasi ini berlaku untuk semua skala produksi. Baik brand besar maupun brand indie yang baru mulai, kewajibannya sama.
2. Risiko Nyata Jika Parfum Tidak Punya Izin BPOM
Banyak yang mengira risiko ini hanya soal denda. Faktanya, konsekuensinya jauh lebih besar dari itu.
Pertama, produk bisa ditarik dari peredaran kapan saja. Marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada secara aktif melakukan verifikasi legalitas produk kosmetik. Produk tanpa nomor BPOM bisa dihapus dari platform tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, penjual yang terbukti mengedarkan kosmetik tanpa izin bisa dikenai sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sanksinya bisa berupa denda hingga ratusan juta rupiah atau bahkan pidana penjara.
Terakhir, dari sisi reputasi brand — sekali produk kamu kena razia atau ditarik, kepercayaan konsumen sangat sulit dibangun kembali.
3. Proses Notifikasi BPOM untuk Parfum
Proses pengajuan notifikasi kosmetik ke BPOM dilakukan secara online melalui sistem e-notifikasi yang disediakan oleh BPOM. Secara umum, alurnya seperti ini:
Pertama, pelaku usaha harus terdaftar sebagai pemohon notifikasi di sistem BPOM. Selanjutnya, dokumen teknis produk disiapkan — termasuk formula lengkap, spesifikasi bahan baku, dan data keamanan produk. Setelah semua dokumen lengkap, pengajuan dilakukan secara online dan BPOM akan melakukan evaluasi.
Jika semua persyaratan terpenuhi, nomor notifikasi akan diterbitkan. Namun, waktu prosesnya bisa bervariasi — dari beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung kelengkapan dokumen dan antrean pengajuan.
Oleh karena itu, proses ini idealnya dimulai sejak awal — paralel dengan pengembangan produk, bukan setelah produk selesai diproduksi.
4. Kenapa Ini Penting Banget Buat Brand Parfum Baru
Berdasarkan laporan BPOM 2022, jumlah produk kosmetik ilegal yang berhasil ditarik dari peredaran mencapai lebih dari 66.000 item dalam satu tahun. Sebagian besar bukan dari produsen nakal yang disengaja, tapi dari pelaku usaha kecil yang nggak tahu atau menunda proses legalitas.
Ini menunjukkan bahwa ketidaktahuan soal regulasi adalah risiko nyata. Selain itu, konsumen Indonesia sekarang makin sadar dan mulai aktif mengecek nomor BPOM sebelum membeli produk — terutama di platform online.
Buat brand parfum baru, punya nomor BPOM bukan cuma soal legalitas. Ini juga sinyal kepercayaan yang kuat ke konsumen.
Di sinilah salah satu keunggulan yang ditawarkan Maklonparfume.com — proses legalitas BPOM nggak kamu urus sendiri.
Tim konsultan kami membantu pengurusan notifikasi BPOM dari awal sampai selesai. Kamu cukup fokus ke konsep dan strategi brand — soal dokumen, teknis pengajuan, dan komunikasi dengan BPOM, kami yang tangani. Klien benar-benar terima beres.
Mau tahu lebih lanjut soal prosesnya dan estimasi waktunya?
Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita bahas bareng dari mana baiknya mulai.
