Banyak brand parfum baru yang diluncurkan tanpa pernah benar-benar melihat siapa yang sudah ada di pasar. Hasilnya, mereka masuk dengan produk yang terlalu mirip kompetitor, harga yang tidak strategis, atau narasi brand yang sudah terlalu ramai dipakai orang lain.
Riset kompetitor bukan soal meniru. Justru sebaliknya — ini soal menemukan celah yang belum diisi orang lain.
1. Kenapa Riset Kompetitor Itu Wajib
Di industri parfum lokal yang makin ramai, diferensiasi adalah segalanya. Konsumen yang sudah terpapar ratusan brand parfum baru setiap bulannya menjadi makin selektif — mereka cari sesuatu yang berbeda, bukan sesuatu yang sama dengan yang sudah ada.
Menurut Harvard Business Review, brand baru yang melakukan riset kompetitor secara terstruktur sebelum peluncuran memiliki kemungkinan 30 persen lebih tinggi untuk bertahan di tahun pertama dibanding yang langsung masuk tanpa riset.
Selain itu, riset kompetitor membantu kamu menghindari kesalahan yang sudah dilakukan orang lain — dan belajar dari apa yang berhasil tanpa harus membayar biaya belajarnya sendiri.
Langkah 1: Peta Kompetitor di Marketplace
Titik paling mudah untuk memulai riset adalah marketplace — Tokopedia, Shopee, dan Lazada.
Cari kata kunci yang relevan dengan kategori parfum yang ingin kamu masuki. Perhatikan siapa yang muncul di halaman pertama, berapa harganya, berapa jumlah review mereka, dan seperti apa visual produknya. Catat pola yang kamu temukan — apakah mayoritas memakai kemasan minimalis atau ramai, apakah harganya berkumpul di range tertentu, dan apakah ada segmen yang terlihat kurang terlayani.
Selain itu, baca ulasan produk kompetitor secara mendalam — terutama ulasan bintang tiga dan bintang dua. Di sanalah konsumen bicara jujur tentang apa yang mereka harapkan tapi tidak mereka dapatkan. Itu adalah daftar peluang yang sangat berharga.
Langkah 2: Analisis Media Sosial Kompetitor
Setelah marketplace, pindah ke Instagram dan TikTok.
Lihat konten apa yang paling banyak disukai dan dikomentari dari brand parfum yang sudah ada. Perhatikan gaya visual mereka, tone bahasa yang dipakai, dan bagaimana mereka mendeskripsikan aroma produknya. Ini memberi gambaran tentang apa yang beresonansi dengan audiens mereka — dan apa yang belum pernah dilakukan siapapun.
Menurut Sprout Social Index 2023, konsumen parfum di Indonesia paling banyak berinteraksi dengan konten yang bersifat edukatif dan storytelling — bukan konten promosi langsung. Brand yang paham ini dan sudah melakukannya dengan baik adalah kompetitor yang perlu kamu pelajari paling dalam.
Selain itu, perhatikan siapa yang merekomendasikan produk mereka. Micro-influencer mana yang sering berkolaborasi dengan brand parfum di segmenmu — dan apakah ada yang belum “dimiliki” oleh kompetitor manapun.
Langkah 3: Uji Produk Kompetitor Langsung
Riset yang paling jujur adalah dengan mencoba produknya sendiri.
Beli satu atau dua produk dari kompetitor utama yang ingin kamu pelajari. Perhatikan pengalaman unboxing, kualitas kemasan, daya tahan aroma, dan kesan pertama saat dipakai. Ini memberikan data yang tidak bisa kamu dapat hanya dari foto produk atau ulasan online.
Selain itu, perhatikan detail kecil yang sering diabaikan — seperti cara mereka menulis deskripsi produk, apakah ada kartu terima kasih di dalam paket, atau bagaimana mereka merespons pertanyaan di kolom komentar.
Langkah 4: Temukan Celahnya
Setelah semua data terkumpul, pertanyaan yang paling penting adalah: apa yang belum ada?
Mungkin mayoritas brand parfum lokal di segmenmu fokus ke aroma floral — dan belum ada yang benar-benar mengeksplorasi aroma berbasis bahan lokal Indonesia dengan kemasan premium. Atau mungkin semua kompetitormu memakai bahasa Inggris di branding mereka — dan ada peluang untuk brand yang berbicara dalam bahasa Indonesia yang kuat dan personal.
Oleh karena itu, riset kompetitor bukan hanya tentang memahami siapa mereka — tapi tentang menemukan ruang kosong yang bisa kamu isi dengan cara yang lebih baik.
Setelah kamu tahu celahnya, langkah berikutnya adalah menerjemahkannya menjadi konsep produk yang konkret — dan di situlah proses maklon dimulai.
Di Maklonparfume.com, kami siap berdiskusi soal konsep brand parfummu berdasarkan riset yang sudah kamu lakukan — dan membantu mengembangkannya menjadi produk nyata yang siap bersaing. Legalitas BPOM juga kami urus penuh dari awal sampai selesai. Klien benar-benar terima beres.
Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita bahas bareng celah pasar yang paling relevan untuk brand parfummu.
