Banyak brand parfum baru yang sudah punya produk bagus, kemasan menarik, dan harga kompetitif — tapi penjualannya di marketplace tetap seret. Bukan karena produknya jelek. Tapi karena strateginya kurang tepat.

Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada punya ekosistemnya sendiri. Dan ada beberapa hal mendasar yang sering dilewatkan brand baru — hal-hal yang justru paling menentukan apakah produkmu ditemukan atau tenggelam di antara ribuan listing lain.


1. Foto Produk Adalah Iklanmu yang Pertama

Di marketplace, konsumen tidak bisa mencium produkmu. Yang mereka lihat pertama kali adalah foto — dan dalam hitungan detik, mereka memutuskan apakah akan klik atau scroll.

Menurut riset Nielsen Consumer Neuroscience, visual adalah faktor pertama yang mempengaruhi keputusan beli produk kecantikan secara online. Foto produk yang buruk — pencahayaan jelek, latar berantakan, atau resolusi rendah — langsung memberi kesan bahwa produknya pun kurang berkualitas.

Investasi di foto produk yang baik bukan pengeluaran mewah. Ini adalah investasi paling dasar yang sering diremehkan brand baru. Satu set foto dengan pencahayaan natural, latar bersih, dan berbagai sudut pandang bisa jadi pembeda yang sangat signifikan dari kompetitor.


2. Deskripsi Aroma yang Bisa “Dirasakan” Lewat Teks

Ini tantangan unik yang hanya ada di kategori parfum — bagaimana menjelaskan sesuatu yang harus dicium, lewat tulisan.

Brand parfum yang berhasil di marketplace biasanya sangat mahir dalam apa yang disebut “scent writing” — mendeskripsikan aroma dengan kata-kata yang membangkitkan imajinasi dan emosi. Bukan sekadar menyebut note parfumnya, tapi menggambarkan suasana, kenangan, atau perasaan yang ditimbulkan.

Sebagai contoh, daripada menulis “mengandung note sandalwood dan musk”, coba tulis “seperti kulit hangat setelah seharian di bawah sinar matahari — lembut, personal, dan tahan lama.” Perbedaannya luar biasa dalam hal kemampuan menarik perhatian konsumen yang belum pernah mencium produkmu sebelumnya.


3. Rating dan Ulasan Adalah Aset yang Harus Dibangun Sejak Awal

Di marketplace, algoritma sangat menyukai produk dengan banyak ulasan dan rating tinggi. Selain itu, konsumen baru hampir selalu membaca ulasan sebelum memutuskan beli — terutama untuk produk yang belum mereka kenal.

Oleh karena itu, strategi mendapatkan ulasan pertama harus direncanakan sejak sebelum produk diluncurkan. Beberapa brand berhasil melakukannya dengan mengirimkan produk ke teman, keluarga, atau micro-influencer sebelum listing resmi dibuka — sehingga begitu toko aktif, sudah ada ulasan awal yang membangun kepercayaan.

Data dari Statista Consumer Survey 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen konsumen online di Indonesia menyatakan ulasan produk adalah faktor terpenting dalam keputusan beli mereka di marketplace.


4. Judul Listing yang Mengandung Kata Kunci yang Dicari

Marketplace adalah mesin pencari — dan seperti Google, ia punya algoritma yang menentukan produk mana yang muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Judul listing yang baik harus mengandung kata kunci yang benar-benar dicari konsumen. Bukan judul yang kreatif tapi susah ditemukan. Lakukan riset kata kunci sederhana — ketik di kolom pencarian marketplace dan perhatikan saran otomatis yang muncul. Itu adalah petunjuk langsung tentang apa yang sedang dicari konsumen.

Selain itu, sertakan informasi penting di judul seperti jenis konsentrasi (EDP/EDT), ukuran, dan karakter aroma utama. Informasi ini membantu konsumen yang sudah tahu apa yang mereka cari untuk langsung menemukan produkmu.


5. Kelola Stok dan Respons dengan Konsisten

Ini yang sering dianggap sepele tapi dampaknya besar. Produk yang kehabisan stok terlalu lama akan kehilangan momentum algoritma yang sudah dibangun. Respons yang lambat terhadap pertanyaan calon pembeli menurunkan konversi secara signifikan.

Menurut Tokopedia Seller Insight Report, toko dengan respons rate di atas 80 persen dan waktu respons di bawah satu jam punya konversi penjualan yang rata-rata dua kali lebih tinggi dibanding toko dengan respons lambat. Namun ini bukan soal kerja keras semata — ini soal sistem yang dibangun dengan baik sejak awal.


Strategi marketplace yang baik harus dipikirkan bersamaan dengan strategi produksi — bukan setelah produk jadi. Karena foto produk, deskripsi, dan positioning harga semua berkaitan langsung dengan bagaimana produkmu dibuat dan dipresentasikan.

Di Maklonparfume.com, kami tidak hanya bantu produksi — kami juga bisa berdiskusi soal bagaimana produk yang kami bantu buat bisa punya posisi terbaik di pasar. Termasuk legalitas BPOM yang kami urus penuh sampai selesai. Klien benar-benar terima beres.

Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita diskusi bareng strategi produk yang paling siap untuk masuk ke marketplace.

maklon parfume
maklon parfume