
🌸 1. Dari Gender ke Identitas: Pergeseran Nilai dalam Parfum
Parfum unisex bukan sekadar tren mode, melainkan refleksi dari perubahan cara berpikir generasi muda. Riset Euromonitor dan Mintel mencatat bahwa lebih dari 60% konsumen berusia di bawah 30 tahun kini memilih aroma berdasarkan “rasa cocok dengan kepribadian”, bukan label pria atau wanita. Hal ini membuat brand-brand parfum dunia berlomba menciptakan aroma netral — lembut tapi kuat, hangat tapi segar — yang bisa digunakan siapa saja, kapan saja. Di Indonesia, tren ini terasa di kalangan pengguna parfum lokal: banyak yang mulai mencari aroma clean, woody-soft, atau floral amber yang “tidak mengkotakkan” identitas mereka. Bagi Anda yang sedang merencanakan brand parfum sendiri, inilah momen yang tepat untuk menciptakan aroma khas yang bisa diterima lintas gender dan lintas gaya hidup.💎 2. Mengapa Parfum Unisex Disukai Generasi Muda
Ada beberapa alasan mengapa aroma unisex kini menjadi magnet baru di pasar parfum:- Lebih Personal: Generasi muda ingin wangi yang “mereka banget”, bukan wangi yang dikaitkan dengan gender.
- Lebih Modern: Aroma netral terasa lebih kontemporer dan relevan dengan gaya hidup digital yang cair.
- Lebih Fleksibel: Bisa digunakan di berbagai suasana — bekerja, kuliah, atau bahkan olahraga ringan.
- Lebih Aman untuk Pasar: Aroma unisex jarang “ditolak” karena cenderung lembut, elegan, dan universal.
🌿 3. Karakter Aroma yang Sedang Naik Daun di Kategori Unisex
Tren global menunjukkan bahwa aroma clean, woody, dan musky adalah tiga kategori yang terus meningkat di segmen unisex. Namun pasar Indonesia memiliki nuansa khas yang sedikit berbeda — konsumen lebih menyukai versi soft, lembut, dan ringan, karena iklim tropis membuat aroma berat terasa cepat menjemukan. Berikut karakter aroma yang disukai pasar Indonesia:- Woody-Light Amber: elegan, hangat, cocok untuk siang hingga malam.
- Floral-Musk: lembut, romantis, namun tetap modern.
- Citrus-Woody: segar, natural, dan memberi kesan bersih.
- Vanilla-Cashmere: manis ringan, cocok untuk pengguna urban.
💧 4. Desain & Branding Parfum Unisex
Bukan hanya aroma, tetapi juga visual dan komunikasi brand yang perlu disesuaikan. Kemasan parfum unisex cenderung tampil minimalis, netral, dan timeless — seringkali menggunakan botol bening, font tipis elegan, dan tone warna seperti beige, abu lembut, atau emas muda. Gaya ini mencerminkan filosofi: aroma yang tak perlu banyak bicara, tapi meninggalkan kesan dalam. Brand yang sukses di kategori ini biasanya juga memiliki storytelling yang kuat — tentang kebebasan, kesetaraan, dan ekspresi diri. Nilai-nilai inilah yang sangat dihargai oleh generasi muda Indonesia yang semakin sadar gaya hidup dan makna personal.🌼 5. Peluang Pasar Parfum Unisex di Indonesia
Pasar parfum Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih dari 10% dalam tiga tahun ke depan (sumber: 6Wresearch, 2025), dan segmen personal fragrance menjadi kontributor terbesar. Kategori unisex kini menjadi jembatan antara parfum pria dan wanita — menjangkau pengguna yang luas namun tetap memiliki identitas kuat. Melalui sistem maklon parfum profesional, Anda dapat memanfaatkan tren ini dengan cepat: mulai dari pemilihan aroma netral yang sudah siap produksi, hingga pengembangan varian premium dengan karakter unik sesuai visi brand Anda. Maklon Parfume memfasilitasi proses dari ide hingga produk siap jual, dengan sentuhan elegan yang membuat brand baru terasa seperti sudah lama eksis di pasar.🌸 Kesimpulan
Tren parfum unisex bukan sekadar gaya, tetapi cermin dari perubahan zaman. Generasi muda ingin parfum yang tidak hanya harum, tapi juga menggambarkan siapa mereka sebenarnya. Dengan memanfaatkan peluang ini, brand lokal dapat tampil relevan dan kompetitif di tengah pasar parfum yang kian dinamis. Dan di tangan tim profesional, aroma unisex bukan sekadar tren — melainkan simbol kebebasan, keindahan, dan kesetaraan dalam sebotol parfum yang tahan lama.Ditulis oleh : TIM MAKLON PARFUME by NKJ
