Beberapa tahun lalu, parfum untuk pria dan perempuan itu kotak-kotaknya jelas. Pria pakai yang woody atau maskulin. Perempuan pakai yang floral atau manis. Namun sekarang, batas itu makin kabur — dan justru di situlah parfum unisex menemukan momentumnya.

Tren ini bukan sekadar soal selera pribadi. Ada pergeseran budaya yang lebih besar di baliknya.


1. Angkanya Bicara

Menurut laporan Mintel Global Fragrance Trends 2023, kategori parfum unisex atau gender-neutral tumbuh lebih cepat dibanding kategori parfum pria maupun perempuan secara terpisah. Di pasar Asia Pasifik, pertumbuhannya bahkan mencapai dua digit dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, data dari Google Trends Indonesia menunjukkan kenaikan pencarian kata kunci seperti “parfum unisex”, “wangi netral gender”, dan “parfum bisa dipakai siapa saja” sejak 2022. Pencariannya paling tinggi di kalangan usia 18–30 tahun. Ini bukan tren sesaat — ini pergeseran preferensi yang sedang membentuk ulang pasar parfum lokal.


2. Kenapa Unisex Makin Digemari

Ada beberapa alasan yang saling mendukung satu sama lain.

a. Pertama, soal identitas yang lebih cair. Generasi muda sekarang nggak terlalu terikat pada kategori gender dalam pilihan gaya hidup mereka — termasuk parfum. Sebagai contoh, banyak pria yang justru suka wangi floral soft, dan banyak perempuan yang tertarik pada aroma woody atau smoky. Parfum unisex memberi ruang untuk itu.

b. Selain itu, ada faktor praktis. Pasangan yang berbagi satu botol parfum, atau seseorang yang mau punya satu wangi signature yang bisa dipakai ke mana saja — unisex jadi jawaban yang paling efisien.

c. Terakhir, aroma unisex cenderung lebih kompleks dan memorable. Note seperti sandalwood, musk, vetiver, iris, dan oud — yang sering jadi fondasi parfum unisex — punya karakter yang dalam. Wanginya nggak mudah ditebak dan justru itu yang bikin orang penasaran.


3. Aroma Unisex yang Paling Banyak Dicari

Berdasarkan data penjualan dari beberapa distributor parfum lokal dan platform e-commerce Indonesia, beberapa profil aroma unisex yang paling diminati saat ini adalah:

a. Clean musky — wangi seperti kulit bersih yang hangat. Terasa dekat, personal, dan nggak mencolok. Ini yang paling banyak dicari oleh konsumen usia 20-an.

b. Woody fresh — kombinasi kayu-kayuan ringan dengan sentuhan citrus atau green. Terasa segar tapi tetap punya kedalaman.

c. Oud modern — oud yang diformulasikan lebih ringan dan accessible dibanding oud tradisional Timur Tengah. Namun, tetap punya kesan premium yang kuat.


4. Peluang Buat Brand Parfum Baru

Kalau kamu lagi mikirin konsep parfum brand sendiri, tren unisex ini layak masuk dalam pertimbangan serius.

Pasar unisex bukan berarti kamu harus bikin produk yang “nanggung” atau nggak punya identitas. Justru sebaliknya — parfum unisex yang berhasil biasanya punya karakter aroma yang sangat kuat dan storytelling brand yang jelas. Tanpa bergantung pada klaim gender, produkmu harus bisa berdiri sendiri lewat kualitas wangi dan narasi yang dibangunnya.

Oleh karena itu, riset aroma dan positioning brand sejak awal jadi sangat penting. Kamu perlu tahu persis siapa yang akan pakai parfummu, suasana apa yang ingin ditimbulkan, dan bagaimana cara mengkomunikasikannya ke pasar.

Namun, semua itu nggak harus kamu figuring out sendiri dari nol.


Tim maklon Maklonparfume.com siap bantu kamu mengembangkan konsep parfum unisex — mulai dari eksplorasi aroma, pengembangan formula, kemasan, sampai legalitas BPOM. Semuanya bisa didiskusikan dari tahap paling awal sekalipun.

Konsultasi gratis sekarang lewat WhatsApp — dan kita bahas bareng konsep unisex yang paling pas buat brand kamu.

maklon parfume
maklon parfume